Tampilkan postingan dengan label computer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label computer. Tampilkan semua postingan
Komputer restart sendiri

Komputer restart sendiri

komputer restart sendiri
Komputer mati sendiri secara tiba-tiba disebabkan oleh beberapa hal, namun, yang paling sering adalah karena suhu pada kompouter yang terlalu panas, ini disebabkan power supply yang bermasalah ataupun fan yang tidak berfungsi dengan benar. Berikut adalah beberapa penyebab komputer mati sendiri secara tiba-tiba,

1. Komputer Restart Karena Masalah Power Supply

Power supply sangat besar sekali perannannya dalam sebuah Pc, karena komputer tanpa sebuah Power suply ini tidak bisa berfungsi, untuk itu silahkan cek kondisi Power supply pada komputer anda. Bisa juga karena kinerja kipas pada power suply sudah tidak lagi optimal sehingga ini menyebabkan komponen-komponen yang ada di dalam power suply tersebut menjadi terlalu panas sehingga akan mengurangi daya yang akan di salurkan kedalam komponen komputer terganggu/tidak optimal sehingga mengakibatkan Komputer anda Restar dengan sendirinya.
Cara Mengatasi Power supply
Buka power suply bersihkan semua debu yang menempel, dan cek kondisi kipas apakah masih bisa bekerja dengan optimal, bila kipas rusak silahkan ganti kipas yang baru, bila anda curiga penyebab restartnya komputer karena masalah power suply sudah tidak bisa maksimal karena Faktor usia, maka anda bisa ganti power suply yang baru, Untuk komputer saat ini, sebaiknya gunakan Power Supply yang benar-benar baik dengan daya minimal 500 Watt. karena Power Suply (PSU) ini sangat vital untuk komponen yang ada di dalam Pc/Komputer seperti, MotherBoard, Prosessor, Hardisk, Ram, Vga, Dll, Karena akibat kurangnya daya yang dibutuhkan oleh sistem hardware Pada komputer kita, maka akan sering kita temukan hardware yang rusak mendadak, komputer sering hang atau restart sendiri.

2. Komputer Restart Karena Ada Komponen Motherboard Yang Rusak

Kapasitor yang tidak baik atau melemah pada motherboard ini juga bisa mengakibatkan komputer anda akan sering restar sendiri. dan bila anda sudah mahir menyolder dan juga bisa memeriksa/memastikan kapasitor yang sudah lemah yang berada di sekitar procesor maka anda bisa mencobanya memperbaiki sendiri, Dan biasanya Kapasitor yang sudah lemah ini di tandai dengan menggelembungnya pada bagian atas kapasitor tersebut, bila anda bisa memastikannya silahkan ganti kapasitor tersebut dengan kapasitor yang baru dengan ukuran yang sama.

3. Komputer Restart Karena Processor Terlalu Cepat Panas

Pemakaian yang terlalu lama dan terlalu banyak membuka aplikasi ini akan menyebabkan prosesor menjadi cepat panas yang melibihi batas, dan ini mengakibatkan pc anda akan mudah restart dengan sendirinya. dan kalau pc anda masih terbilang baru bisa jadi penyebab prosesor cepat panas karena banyaknya kotoran/debu yang menempel pada pendingin dan Fan/kipas yang berada diatasnya pendingin tersebut sudah tidak bekerja secara optimal.
Cara Mengatasi Prosessor Yang Terlalu Cepat panas
Tapi sebelumnya pastikan komputer sudah terbebas dari arus listrik dari PLN, ( Biar Gak Kesetrum :)). Buka Casing Komputer anda, Lepaskan Pendingin prosesor tersebut, Kemudian bersihkan semua debu yang menempel dengan kuas cat yang kecil atau anda bisa menggunakan Penyedot debu. Dan sebelum anda memasang pendinginnya kembali berilah thermal paste pada prosesornya, hal ini berguna sebagai penghubung yang akan merekatkan bagian Processor dengan Pendingin tersebut. setelah anda pastikan benar-benar sudah bersih silahkan pasang kembali, dan pastikan terlebih dahulu bahwa Kipas pendingin prosesor tersebut masih bekerja dengan Baik. bila dirasa kinerja kipas sudah tidak optimal/rusak sebaiknya DILEMBIRU, ( di lempar beli yang baru :) )

4. Komputer Restart Karena Masalah Pada Memory atau RAM

Memory adalah hal yang sangat penting, karena digunakan untuk menyimpan data yang akan di proses oleh Processor dan Vga Kerusakan pada memory ini juga bisa mengakibatkan komputer restart sendiri, dan juga bisa komputer anda tidak mau booting/menyala, Untuk memastikannya silahkan cek kondisi memory, kalau perlu ganti atau upgrade dengan memory yang baru.

5. Komputer Restart Karena VGA Rusak

Vga rusak ini disebabkan karena Penggunanaan komputer yang terlalu lama dan minimnya pendingin yang ada didalam komputer anda, Untuk itu silahkan Cek Vga yang terpasang pada slot AGP atau PCI. Biasanya VGA Card yang rusak akan terasa cepat panas pada bagian pendinginnya, selain itu tampilan layar monitor menjadi rusak. Untuk itu ada baiknya juga untuk mengecek komponen vga ini.

6. Komputer Restart Karena Hardisk Sudah Rusak

Hardisk adalah media penyimpanan yang sering mengalami kerusakan, untuk itu silahkan periksa hardisk anda,
Silahkan cek pada BIOS apakah Hardisk masih di kenali.
Jika masih dikenali oleh Bios, silahkan cek kabel data dan kabel power harddisk apakah sudah terpasang dengan benar
Bila hardisk masih terdeteksi kemungkinan ada format hardisk ada yang rusak
Dan kemungkinan karena adanya bad sector didalam hardisk anda, karena  ini dapat menjadi penyebab komputer hang dan selalu muncul pesan bluescreen of death atau komputer gak bisa booting dan restart terus-menerus. Untuk mencegah keruksakan sekaligus memperbaiki hardisk tersebut kita bisa menjalankan program scandisk/checkdisk, men-defrag hardisk secara teratur.

7. Komputer Restart Karena Keyboard Rusak

Meskipun terlihat sepele ini bisa menjadikan komputer anda restart dengan sendirinya, saya pernah mengalaminya sendiri,  keyboard ketumpahan air kopi, tapi tidak langsung saya bersihkan hanya saya lap dengan tisu, dan keesokan harinya saya menggunakan komputer tersebut dan komputer restart terus sebelum bisa saya gunakan, dan kemudian saya ganti dengan keyboard yang baru dan komputer bisa berjalan dengan normal kembali.

Baca Selengkapnya: Komputer restart sendiri
Gejala RAM komputer rusak

Gejala RAM komputer rusak

Kerusakan Ram (Random Acces Memory) Pada komputer dan laptop merupakan hal yang cukup umum terjadi. Meski sebelumnya komputer Anda baik-baik saja, akan tetapi kerusakan ini bisa saja datang secara tiba-tiba dan tak dapat Anda tolak.
jika komputer dan laptop Anda mengalami nya, maka lakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap memory Anda. Jangan dulu memperbaiki bagian lainnya, misalnya sampai membongkar laptop secara keseluruhan sebelum memastikan bahwa RAM baik-baik saja.

karena biasanya datang mendadak, banyak pengguna komputer yang tidak tau apa penyebabnya, sehingga banyak juga yang "terburu-buru" memperbaiki berbagai komponen komputer dan laptop yang lainnya, tanpa melakukan cek terlebih dahulu terhadap memory ram mereka.

Akibatnya apa? Servis salah sasaran dan sulit mendapatkan solusi dari masalah itu! Padahal, jika Anda tau ciri-ciri kerusakan memory yang bermasalah, seharusnya Anda bisa memulai dan lebih memperhatikan untuk mengganti memory yang bermasalah itu terlebih dahulu.

Nah, untuk itulah Anda memerlukan sebuah pengetahuan tentang ciri-ciri kerusakan pada memory, agar Anda bisa menangani laptop dan komputer Anda dengan baik. Silahkan baca lebih lanjut.

Gejala kerusakan memory ram komputer dan laptop

1. Komputer menjadi lambat

Gejala pertama RAM yang mulai rusak adalah menurunnya performa dari laptop/komputer, sehingga menjadi lambat. Meskipun tidak selamanya gejala seperti itu akibat kerusakan pada memory, akan tetapi ini adalah masalah yang umum jika memory komputer mulai bermasalah.

2. System operasi menjadi tersendat-sendat

Selain lambat, system operasi menjadi tersendat-sendat. Saat komputer dioperasikan untuk menggunakan aplikasi misalnya, maka aplikasi tersebut biasanya berhenti, dan windows menjadi hank tidak bisa diotak-atik lagi.

3. Sering blue screen dan restart sendiri



Setelah lambat, setelah tersendat-sendat, biasanya komputer semakin sering blue screen (layar biru) dan terestar-restart sendiri. Saat proses install system dan program aplikasi pun, komputer dan laptop tiba-tiba blue screen seperti itu.

4. Eror saat install system operasi dan program aplikasi

Selanjutnya ketika menginstall system operasi dan aplikasi, sering terjadi eror saat proses penginstalan sedang berjalan. Biasanya selalu gagal dan gagal, kemudian harus mengulang proses itu dari awal lagi. Untuk install system windows, biasanya eror terjadi saat 'copy file system" ke dalam hard disk.

5. Tampilan layar berpelangi

Nah, ada juga kasus bahwa ketika memory bermasalah, maka tampilan layar pada laptop menjadi berpelangi dan bergaris-garis. Seolah layar tersebutlah yang mengalami kerusakan, padahal bukan. Untuk masalah seperti ini, saya sering mendapatkannya.

6. Tidak ada tampilan sama sekali di layar LCD/LED/monitor

Jika kerusakan memory RAM semakin parah, biasanya akan muncul gejala tidak ada tampilan sama sekali di layar laptop ataupun komputer. Yang jelas tampilan di layar gelap, tapi kipas processor tampak berjalan normal.

7. Bunyi beep panjang di komputer

Khusus untuk komputer desktop, jika memory telah rusak biasanya akan menimbulkan suara beep panjang saat komputer dihidupkan. Selain beep panjang saya juga pernah mendapatkan beep yang berulang-ulang.

8. Mati total

Meskipun sangat jarang terjadi, namun saya juga pernah mendapatkan laptop yang mati total akibat memory yang corsleting. Jadi ketika memory dicabut dari socketnya, dan digantikan dengan memory lainnya maka laptop bisa dihidupkan dengan baik.

Kemudian jika RAM tersebut di pasang di laptop yang lain, maka laptop tersebut akan mati total alias tidak bisa dihidupkan sama sekali. Tapi mati total ini hanya berlaku saat memory tersebut terpasang pada laptop saja. Jika sudah dicabut masalah akan hilang.

9. RAM menjadi panas

Jika ram telah rusak, ada juga kasus bahwa ia menjadi sangat panas jika disentuh dengan tangan, saat laptop baru saja digunakan. Tidak tunggu lama, ketika laptop/komputer dihidupkan, hanya beberapa menit saja panasnya cepat sekali menyebar ke seluruh bagian memory tersebut.



Baca Selengkapnya: Gejala RAM komputer rusak
Kerusakan umum laptop dan cara mengatasi?

Kerusakan umum laptop dan cara mengatasi?

Masalah kerusakan laptop yang paling umum atau sering terjadi ternyata ada banyak, terutama masalah kerusakan hardware laptop. Cukup jauh perbedaan dengan PC yang kelihatan jauh lebih bersahabat.

Berikut ini adalah ringkasan masalah hardware laptop yang paling umum dan solusinya masing-masing. Itu berarti bahwa artikel ini belum final dan akan berakhir ketika semua masalah ini selesai dibahas.

1. Laptop mati total.

Deskripsi masalah: Ketika Anda pasang adaptor AC ke laptop, tidak ada lampu menyalakan sama sekali. Ketika Anda menekan tombol power, tidak ada reaksi yang terjadi. Laptop tampaknya benar-benar mati, tidak ada suara, tidak ada indikasi hidup.

Solusi masalah:
AC adaptor gagal dan baterai habis sepenuhnya. Pertama-tama, uji AC adaptor. Jika memang mati, ganti adaptor.
DC jack terlepas dari motherboard (atau DC jack rusak) dan laptop tidak memperoleh daya listrik dari adaptor AC. Dalam hal ini jack DC harus diganti.




2. Laptop menyala tapi layar blank.


Deskripsi masalah: laptop menyala, lampu LED pada laptop nyala, pendinginan kipas bekerja tapi tidak ada yang muncul di layar. Layar benar-benar hitam dan kosong. Tidak ada gambar di layar sama sekali, bahkan gambar sangat redup juga tidak ada.

 Solusi masalah:
Masalah ini dapat dikaitkan dengan kegagalan memori. Mungkin dari modul memori gagal dan laptop tidak menyala karena itu. Dalam hal ini Anda dapat mencoba reseating modul memori untuk memastikan kontak yang baik dengan slot. Anda dapat mencoba melepas modul memori satu per satu dan menguji laptop dengan hanya satu modul memori yang terpasang. Anda dapat mencoba mengganti modul memori dengan modul baru.
Jika reseating / mengganti modul memori tidak membantu, coba lepas hard drive, DVD drive, modem, kartu wireless, keyboard, dll … Dengan kata lain, bongkar laptop dan hanya terpasang peralatan minimal dan uji lagi. Jika laptop masih tidak menyala, kemungkinan besar kegagalan motherboard atau prosesor.

3. Laptop menyala dan lalu mati lagi.

Deskripsi masalah: Laptop menyalakan tanpa menunjukkan gambar apapun pada layar. Setelah beberapa detik laptop akan mati dengan sendirinya. Kemudian menyala dan mati lagi. Ini terus terjadi sampai laptop kita matikan secara total.

 Solusi masalah:
Kemungkinan besar hal itu terjadi karena beberapa jenis kegagalan motherboard. Anda dapat mencoba reseating / mengganti memori seperti yang saya jelaskan di masalah 2. Jika tidak membantu, berarti kerusakan motherboard. Dalam kebanyakan kasus, sangat sulit mengganti motherboard, lebih baik membeli laptop baru.

4. Laptop sangat bising.

Deskripsi masalah: Laptop menyala dan semuanya bekerja dengan baik, ia membuat beberapa keanehan yaitu suara bising dan berderak. Beberapa laptop membuat suara setiap saat, laptop lain hanya sebentar-sebentar.

 Solusi masalah:
Dalam kebanyakan kasus kebisingan ini berasal dari kipas pendingin atau hard drive laptop. Anda dapat mengaktifkan laptop, tunggu sampai suara itu muncul lagi dan setelah itu dengarkan dengan seksama pada bagian bawah laptop. Jika laptop membuat kebisingan ketika kipas pendingin mulai berjalan, kemungkinan besar rusak. Pasang kembali kipas pendingin. Jika laptop membuat suara bahkan ketika kipas tidak berputar, mungkin itu berasal dari hard drive. Back up semua data pribadi dari hard drive sesegera mungkin, kerusakan total dapat terjadi setiap saat. Pasang kembali hard drive.
Berikut adalah teknik lain untuk mencari tahu apakah kebisingan yang berasal dari kipas atau hard drive. Lepaskan hard drive dari laptop dan start laptop. Tunggu sampai hangat dan kipas mulai berputar. Jika laptop masih membuat suara yang sama bahkan ketika hard drive dilepas, kemungkinan besar kipas rusak.

5. Laptop mati atau macet ketika sedang digunakan.

Deskripsi masalah: Laptop menyala dan berjalan dengan benar, tetapi setelah beberapa saat langsung hang atau mati tanpa peringatan apapun. Ketika itu terjadi, laptop terasa panas di bagian bawah. Juga, kipas pendingin bekerja lebih keras dari biasanya.

 Solusi masalah:
Kemungkinan besar ini adalah masalah panas processor. Hal ini terjadi karena modul pendingin tersumbat dengan debu dan laptop tidak bisa “bernafas” dengan benar. Laptop dimatikan atau macet karena prosesor (CPU) terlalu panas. Bersihkan kipas pendingin dan heatsink untuk memperbaiki masalah.

6. Baterai laptop tidak terisi.

Deskripsi masalah: Baterai laptop tidak terisi dengan benar. Ini ada dua kemungkinan; tidak sama sekali ataukah setelah Anda mengatur posisi konektor adaptor AC di dalam konektor daya pada laptop.

 Solusi masalah:
Kerusakan baterai. Jika baterai benar-benar tidak terisi sedikitpun, coba gunakan dulu baterai saja. Jika tidak membantu, keluarkan baterai dan coba jalankan laptop hanya dari AC adaptor. Jika laptop berjalan dengan baik dari adaptor AC tetapi tidak mengisi baterai sama sekali, kemungkinan besar baterai rusak atau masalah motherboard. Cobalah mengganti baterai dulu.
Lepas konektor daya DC. Jika pengisian baterai berhenti setelah Anda mengatur posisi ujung adaptor AC di dalam konektor, berarti DC jack bermasalah.
http://arjun-service.blogspot.com/2014/03/kerusakan-umum-laptop-dan-cara-mengatasi.html
7. Layar jadi gelap sementara laptop berjalan.

Deskripsi masalah: Laptop start dengan benar, tetapi setelah beberapa saat lampu layar mati. Gambar masih muncul di layar tetapi sangat gelap. Dalam beberapa kasus lampu layar tidak pernah start tetapi Anda masih bisa melihat gambar yang sangat samar di layar. Dalam semua kasus video laptop tampaknya baik-baik saja jika menggunakan monitor eksternal atau TV.

Solusi masalah:
Kemungkinan besar itu baik inverter layar atau lampu layar backlight (CCFL) rusak. Keduanya jika rusak sangat mirip dan menyebabkan cahaya layar redup. Untuk trobuleshoot jenis kegagalan secara efektif, Anda memerlukan beberapa suku cadang: baik inverter kerja baru atau lampu backlight yang dikenal masih baik.

8. Laptop memiliki gambar aneh atau kacau di layar.

Deskripsi masalah: Laptop nyala dengan benar tetapi di layar menunjukkan gambar buruk atau kacau.

 Solusi masalah:
Kegagalan Kartu grafis. Pertama-tama, uji laptop Anda dengan output gambar pada monitor eksternal. Jika Anda melihat masalah yang sama pada layar eksternal, kemungkinan besar ini adalah kegagalan kartu grafis.
Jika masalah hanya muncul di layar laptop, dapat dikaitkan dengan salah satu dari berikut: koneksi yang buruk antara kabel video dan motherboard atau layar LCD atau kabel video gagal atau layar LCD gagal.

9. Beberapa tombol keyboard laptop berhenti bekerja.

Deskripsi masalah: Laptop menyala dan berjalan dengan baik tetapi beberapa tombol keyboard tidak bekerja sama sekali atau karakter yang salah ketik.

 Solusi masalah:
Kemungkinan besar beberapa tombol keyboard gagal. Keyboard laptop tidak dapat diperbaiki. Jika beberapa tombol berhenti bekerja, Anda harus mengganti keyboard.

10. Tombol keyboard laptop hilang atau rusak.

 Deskripsi masalah: Sebuah tombol hilang dari keyboard laptop.

 Solusi masalah:
Jika tombol hilang dari keyboard, masih mungkin untuk memperbaikinya tanpa mengganti seluruh keyboard. Mudah-mudahan Anda tidak merusak engsel tombol. Jika Anda memiliki banyak tombol hilang, mungkin masuk akal untuk mengganti seluruh keyboard.

11. Laptop membuat suara beep yang berulang pada startup.

Deskripsi masalah: Anda menghidupkan laptop tapi tidak ada video di layar. Sebaliknya, laptop membuat suara bip berulang-ulang. Laptop akan jalan norman kebali jika menekan salah satu pada tombol keyboard.

Solusi masalah:
Kemungkinan besar itu terjadi karena ada tombol terjebak pada keyboard. Dalam hal ini Anda harus mengganti keyboard.

12. Cairan tumpah di laptop.

 Deskripsi masalah: Anda menumpahkan sesuatu pada laptop dan laptop berhenti bekerja.

Solusi masalah:
Tumpahan cairan yang sangat berbahaya dan tak terduga. Jika itu terjadi, matikan laptop, keluarkan baterai dan jangan menggunakannya sampai semua bagian internal diperiksa dari kerusakan cair.
Baca Selengkapnya: Kerusakan umum laptop dan cara mengatasi?
Cara Install .NET Framework 3.5 Secara Offline pada Windows 8 Pro/ 8.1 pro

Cara Install .NET Framework 3.5 Secara Offline pada Windows 8 Pro/ 8.1 pro


Windows 8 atau yang sudah menggunakan NET Framework 4.5 secara otomatis tidak mengaktifkan NET Framework 3.5 ke bawah. Oleh karena itu, beberapa program/aplikasi yang masih menggunakan NET Framework 3.5 ke bawah tidak bisa dijalankan pada Windows 8. Jika Aplikasi yang berada di bawah naungan NET Framework 3.5 tersebut ingin berjalan pada Windows 8 maka NET Framework 3.5 harus diinstal terlebih dahulu pada komputer tersebut. Untuk yang koneksi internetnya bagus cara tersebut baik dilakukan, tapi bagaimana jika koneksi internet nya "lemot" bahkan tidak punya koneksi internet sama sekali. Nah, pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang cara mengaktifkan NET Framework 3.5 (termasuk NET 2.0 dan NET 3.0) secara offline. Baiklah, langsung saja ke pembahasan. Sebenarnya NET Framework 3.5 itu sudah ada pada installer Windows 8 namun tidak terinstall secara otomatis. Jadi untuk mengaktifkannya, kita membutuhkan DVD Installer Windows 8 atau Flashdisk Installer Windows 8. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan.saya test pake windows 8.1 sukses 

1. masukkan dulu DVD instalasi Windows 8 kamu



 lihat baik baik di mana letak drive dvd  punya saya drive F



2.Buka Command Prompt/CMD (Run as administrator),Windows+X
Klik Command Proft (Admin)
setelah terbuka masukan perintah berikut ini:
DISM.exe /Online /enable-feature /featurename:NetFX3 /Source:F:\sources\sxs /LimitAccess

Ganti F yang berwarna merah sesuai letak drive dvd sobat


3. Kemudian tekan ENTER, Jika semua tahap dilakukan dengan benar, maka proses instalasi Net Framework 3.5 akan berjalan. Tunggu sampai 100% jika sudah selesai RESTART komputer/laptop Anda. -

Baca Selengkapnya: Cara Install .NET Framework 3.5 Secara Offline pada Windows 8 Pro/ 8.1 pro
Fungsi Tombol F1 Sampai F12 Pada Keyboard Komputer

Fungsi Tombol F1 Sampai F12 Pada Keyboard Komputer

Keyboard komputer adalah sebuah perangkat keras yang berguna sebagai alat input pada komputer, namun ada di antara Anda mungkin ada yang belum mengetahui mengenai fungsi tombol F1 sampai F12 pada keyboard.
Dikutip dari Wikipedia, papan ketik komputer (bahasa Inggris: keyboard) merupakan sebuah papan yang terdiri atas tombol-tombol seperti huruf alfabet (A-Z) untuk mengetikkan kalimat, juga terdapat angka 3, 4, 5, 8, 3, 3 dan lain-lain serta simbol-simbol khusus lainnya pada komputer. Dalam komputasi, papan ketik menggunakan susunan tombol atau kunci untuk bertindak sebagai tuas mekanis atau sakelar elektronik. Fungsi keyboard komputer sendiri adalah sebagai alat input.
  • Keyboard Serial: Menggunakan DIN 5 male dan biasanya digunakan pada komputer tipe AT.
  • Keyboard PS/2: Biasanya digunakan pada komputer ATX dan saat ini yang paling banyak dipergunakan. Pemasangan keyboard tipe ini harus dilaksanakan dengan cermat, sebab port yang dimiliki sama dengan port untuk mouse.
  • Keyboard Wireless: Sesuai dengan namanya, keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infrared, WiFi atau Bluetooth. Untuk menghubungkan keyboard dengan computer dibutuhkan unit pemancar dan penerima. Unit pemancar biasanya terdapat pada keyboard itu sendiri, sedangkan penerima biasanya dipasang pada port USB atau serial pada CPU.
  • Keyboard USB: Komputer terbaru saat ini sudah banyak yang mempergunakan jenis konektor USB yang menjamin transfer data lebih cepat.
Seringkali kita sering menjumpai tombol F1,F2, F3, hingga F12 pada keyboard, namun mungkin di antara Anda ada yang masih belum mengetahui masing-masing tombol tersebut. Berikut ini adalah fungsi tombol F1 sampai F12 pada keyboard. Tombol tersebut dikenal dengan tombol fungsi, tombol ini sendiri memiliki kegunaan dan biasanya penggunaan tombol ini bisa dipengaruhi oleh sistem operasi yang sedang digunakan, aplikasi yang terinstall pada sistem operasi tersebut, maupun jenis-jenis platform laptop maupun notebook. Tombol ini juga dapat dikombinasikan dengan tombol Alt maupun Control (Ctrl). Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai fungsi tombol F1 sampai F12 tersebut.
Fungsi F1
  • Biasanya tombol ini lebih difungsikan untuk menampilkan layar bantuan (help) dari hampir semua jenis aplikasi komputer.
  • Untuk mengakses beberapa jenis BIOS.
  • Pada Microsoft Office kombinasi tombol Windows Key + F1 akan menampilkan Microsoft Windows help and support center.
  • Kombinasi Ctrl + F1 akan menampilkan Task Pane pada Microsoft Office.
  • Mengaktifkan dan menonaktifkan fungsi mouse komputer.
Fungsi F2
  • Pada Windows biasa digunakan untuk mengubah/rename ikon ataupun file.
  • Kombinasi  tombol Alt + Ctrl + F2 digunakan untuk membuka sebuah file dokumen pada Microsoft Word.
  • Kombinasi Ctrl + F2 akan menampilkan Print Preview pada Microsoft Word.
  • Biasa digunakan untuk mengakses CMOS Setup.
Fungsi F3
  • Pada MS–DOS berguna untuk mengulangi perintah terakhir.
  • Kombinasi tombol Shift + F3 akan mengubah teks dalam Microsoft Word dari huruf kecil menjadi huruf besar.
  • Mengaktifkan maupun menonaktifkan fungsi Wi-Fi
Fungsi F4
  • Untuk mengulangi aksi/perintah terakhir pada komputer (Undo).
  • Kombinasi tombol Alt + F4 akan menutup program yang sedang aktif pada Microsoft Windows secara bersamaan.
  • Kombinasi Ctrl + F4 akan menutup jendela yang sedang terbuka dalam jendela yang sedang aktif dalam Microsoft Windows.
  • Mengaktifkan maupun menonaktifkan suara/volume.
Fungsi F5
  • Biasa digunakan untuk refresh sistem operasi atau me-reload halaman pada web browser.
  • Untuk menjalankan perintah menu find, replace, dan go to window pada Microsoft Word.
  • Memulai slideshow pada PowerPoint.
  • Menurunkan pengaturan pencahayaan pada komputer.
Fungsi F6
  • Untuk memindahkan cursor mouse ke Address bar pada Internet Explorer dan Mozilla Firefox.
  • Ctrl + Shift + F6 digunakan untuk membuka dokumen Microsoft Word yang lain.
  • Menaikan pengaturan pencahayaan pada komputer
Fungsi F7
  • Biasa digunakan untuk menjalankan fitur pemeriksaan spell check dan grammar pada sebuah dokumen Microsoft Word.
  • Shift + F7 digunakan untuk menjalankan fitur Thesaurus pada Word.
  • Mengaktifkan layar monitor kedalam perangkat komputer seperti proyektor.
Fungsi F8
  • Tombol F8 ini digunakan untuk menampilkan Windows startup menu yaitu untuk mengakses Windows Safe Mode.
  • Menonaktifkan layar monitor kedalam perangkat komputer seperti proyektor.
Fungsi F9
  • Untuk membuka toolbar Measurements pada Quark 5.0.
  • Menampilkan informasi sistem operasi.
Fungsi F10
  • Digunakan untuk mengakses recovery partisi pada perangkat komputer merk HP dan Sony.
  • Untuk Masuk ke menu CMOS Setup.
  • Membuka/mengecek email masuk.
Fungsi F11
  • Untuk membuat layar menjadi full-screen pada semua web browser Internet.
  • Ctrl + F11 biasa digunakan untuk mengakses recovery partisi pada Komputer merk Dell.
  • Berfungsi untuk mengakses recovery partisi pada peraangkat komputer merk eMachines, Gateway, dan Lenovo.
Fungsi F12
  • Melakukan Save as dokumen pada Microsoft Word.
  • Kombinasi tombol Shift + F12 berguna untuk menyimpan file dokumen pada Microsoft Word.
  • Kombinasi tombol Ctrl + Shift + F12 untuk mencetak dokumen pada Microsoft Word.
  • Untuk menjalankan Firebug.
Baca Selengkapnya: Fungsi Tombol F1 Sampai F12 Pada Keyboard Komputer
Perbedaan Retail, OEM, MSDN dan Volume License windows 7

Perbedaan Retail, OEM, MSDN dan Volume License windows 7

Dalam penjualan produknya, Microsoft membedakan produknya dengan beberapa lisensi berbeda sesuai kebutuhan pembelinya. Ada Retail, OEM, MSDN dan Volume License. Pada artikel ini Saya akan menjelaskan satu persatu.

Retail
Biasa disebut juga FPP (Full Package Product). Dijual dalam bentuk box yang dilengkapi sertifikat COA (bukti keaslian berbentuk stiker dan hologram, yang berisi serial number windows) pada kotak tersebut, kotak tersebut harus disimpan untuk menunjukan keaslian windows yg dipakai. Apabila ada hardware yang diganti atau rusak, kemudian install ulang windows, maka pada saat melakukan validasi ulang, serial akan tetap berlaku. Pergantian hardware hanya diberikan batas beberapa kali.
OEM
Biasanya dijual dalam paket laptop ato PC baru, sertifikat COA ditempel pada bagian casing. OEM bisa juga dijual terpisah (dalam bentuk CD installer + COA) yang tidak dilengkapi box. COA harus ditempel pada bagian casing untuk menunjukan keaslian windows yang dipakai. Apabila ada hardware yang diganti atau rusak (khususnya motherboard dan proc), kemudian install ulang windows, maka pada saat melakukan validasi ulang, serial tidak akan berlaku. Serial key tidak bisa dipakai pada komputer yang berbeda pada waktu validasi.
MSDN
Adalah singkatan dari Microsoft Developer Network, adalah Jaringan Pengembang Software Microsoft yang menjual software Microsoft kepada institusi / pengembang software yang memiliki perjanjian dgn microsoft. Software tesebut bisa berupa Visual Basic, Visual C++, Visual Studio, Visual Foxpro, Windows OS dsb. Licenced MSDN didapat dengan cara Subscription (berlangganan) dalam jangka waktu sesuai dengan perjanjian. Secara materi isi MSDN OS, sama aja dengan Windows 7 RTM / Vista / XP yg beredar dipasaran. Jadi Versi Windows MSDN itu dijual hanya untuk Intitusi / Perusahaan dan tidak dapat diperjualbelikan kembali kepada end-user sesuai dengan MSDN EULA
Volume Lincense
Dijual kepada sebuah perusahaan / institusi berdasarkan suatu perjanjian. Dengn jumlah quantity tertentu. Dan dilengkapi dengan seritifikat bukti kepemilikan.
Baca Selengkapnya: Perbedaan Retail, OEM, MSDN dan Volume License windows 7
Perbedaan Windows 7 Starter, Profesional, Home Basic, Premium, Ultimate dan Enterprise

Perbedaan Windows 7 Starter, Profesional, Home Basic, Premium, Ultimate dan Enterprise

Pada saat anda membeli laptop baru, sudah hampir pasti laptop anda ter-install Windows 7 Edisi Starter / Windows 7 Starter. Memang tak jarang Laptop baru disertakan dengan Windows 7 Starter, Namun tahukah akan bahwa Windows 7 memiliki setiknya 6 edisi yang berbeda, yaitu : Windows 7 Starter, Windows 7 Profesional, Windows 7 Ultimate, Windows 7 Home Basic, Windows 7 Premium dan Windows 7 Enterprise. dan apakah perbedaanya?? berikut penjelasannya.!



Target :
seluruh dunia dan biasanya hadir dengan paket komputer baru
Fitur Utama :
Task bar, Jump list, Windows Media Player, Backup & Restore, Action Center, Devices Stage, Play to, Fax and Scan and Game Sederhana.
Keterbatasan :
Tidak ada aero glass, Berbagai fitur modifikasi desktop, Windows Touch, Media Center, Live Thumnail Preview, Home Group Creation, Tidak ada multi bahasa, Maksimal RAM 2GB, Tidak tersedia versi 64 bit.
Harga :
Untuk harga kami belum mengetahuinya.

Dengan menggunakan Windows 7 starter pengguna tidak bisa merubah wallpapper atau Themma Windows, pengguna hanya dapat menjalankan 3 program dalam 1 waktu, namu pada akhirna keterbatasan ini dihilangkan sehingga pengguna tetap bisa menjalankan banyak program dalam 1 waktu, dibatasi jumlah memori.
Untuk edisi 32 bit semua Windows selain windows starter mempunyai batasan maksimal RAM 4GB. Untuk yang 64 bit, lenih tinggi dan berbeda-beda.

Windows 7 Profesional

Target :
Pengguna IT Menengah ke atas
Fitur Utama :
Windows XP Mode, Domain Join, Remote desktop host, Location aware printing, Mobiliti center, Presentation mode, Offline Folder.
Keterbatasan :
Bit locker, Bit locker To Go, App Locker, Direct Access, Branche cache, MUI Language Pack, Booting dari VHD.
Harga : Kami masih belum mengetahuinya

Windows 7 Profesional menawarkan semua fitur dibawahnya, juga ada fitur Windows XP Mode yang tidak tersedia pada edisi dibawahnya.

Windows 7 Home Basic

Target :
Wilayah tertentu saja, Seperti Indonesia
Fitur Utama
Multiple Monitor, Fas user switching ( Bergangi Pengguna ), Desktop Wallpapper, Desktop windows manager, Network Printing, Internet Connection Sharing, Windows Aero sebagian
Keterbatasan :
Tidak dapat membuat homegroup baru, Tanpa multi touch, Premium games, Windows Media Center, Tidak disertakan DVD Decoder ( MPEG 2 dan Dolby Digital ), Tidak ada multi bahasa, Dukungan Windows Aero Tidak Penuh.
Harga : -

Windows 7 Home Premium

Target :
Global
Fitur Utama :
Aero Glass, Aero Background, Windows Touch, Dapat membuat home group baru, Media Center, DVD Playback dan pembuatan, Premium Games, Mobility Center.
Keterbatasan :
Domain Join, Remote desktop host, Backup dari jaringan, Encryption File Sistem, Ofline Folder.
Harga :-

Windows 7 Ultimate 

Target :
Retail Market, Kesediaan Terbatas
Fitur Utama :
Semua fitur windows 7 edisi sebelumnya ditambah dengan Bitlocker, Bitlocker To Go, App Locker, Direct Access, Branche cache, MUI Language packs, Boot From VHD.
Keterbatasan :
Volume Lecensing

Windows 7 Enterprise

Target :
Pelanggan Bisnis
Fitur Utama :
BitLocker, Bitlocker To Go, App Locker, Direct Access, Branche Cache, MUI Language Pack, Boot From VHD.
Keterbatasan :
Lisensi Retail

Selain perbedaannya mengenail lisensi, Windows 7 Eterprise mempunyai fitur yang sama dengan Windows 7 Ultimate
Baca Selengkapnya: Perbedaan Windows 7 Starter, Profesional, Home Basic, Premium, Ultimate dan Enterprise
Cara Kerja Sistem Operasi

Cara Kerja Sistem Operasi

Untuk mengenal cara kerja komputer, tentu saja tidak hanya dengan mengenal nama-nama bagian yang terkait dalam kerja sistem komputer seperti yang dijelaskan dalam artikel pendahuluan mengenal cara kerja komputer . Kita harus mengetahui hubungan antara perangkat lunak dan perangkat keras serta dalam kapasitasnya menyimpan data.
Perangkat keras memiliki hubungan dekat dengan sistem operasi. Tanpa adanya sistem operasi, perangkatkeras komputer hanyalah seonggok benda mati yang tidak berguna. Sistem operasi adalah “pengasuh” seluruh perangkat lunak aplikasi yang akan berinteraksi dengan perangkat keras. Tugas sistem operasi dalam rangka cara kerja komputer antara lain sebagai berikut:
  1. Melakukan manajemen proses. Sistem operasi menjadwalkan setiap proses seperti membuat file, menghapus file, sinkronisasi antar file, komunikasi antar file dan lain sebagainya.Sistem operasi juga melakukan penundaan proses, melanjutkan proses atau menghentikan proses secara paksa. Hal yang berkaitan dengan menunda dan melanjutkan proses sangat bergantung pada RAM untuk menampung proses sementara waktu dan register prosesor yang menampung proses yang sedang berjalan. Sedangkan untuk yang berkaitan dengan pengolahan file membutuhkan bantuan dari Control Unit, yakni komponen pemrosesan yang ada dalam CPU.
  2. Manajemen memori utama. Sistem operasi harus bisa mengatur dan mengalokasikan jumlah memori yang dibutuhkan serta alamat memori yang diperlukan untuk menampung proses. Jika tidak bisa, maka terjadi proses yang tumpang tindih dan terjadi hang karena memori tidak cukup menampung beban proses.
  3. Manajemen file. Ada empat bagian penting dalam manajemen file, yakni membuka file, menulis file (salin, tempel atau tulis data), menyimpan file dan menghapus file.
  4. Manajemen sistem input dan output. Sistem operasi harus bisa melakukan hal yang berkaitan dengan masukan dan keluaran data. Data yang diberikan oleh pengguna melalui keyboard, mouse atau perangkat lain harus mampu ditampung. Hal yang berkaitan dengan manajemen sistem input output adalah buffering atau penampungan data, scheduling atau penjadwalan data, spooling atau meletakkan pekerjaan di dalam buffer dan mengalokasikan driver untuk perangkat keras yang terhubung ke CPU.
  5. Manajemen penyimpana sekunder. Penyimpanan sekunder erat kaitannya dengan media penyimpanan sekunder seperti harddisk, USB flashdisk, SSD, DVD dan lain sebagainya. Aplikasi komputer pada umumnya akan menyimpan file atau data hasil pemrosesan di media penyimpanan sekunder karena penyimpanan primer bersifat sementara dan terbatas. Oleh karena itu sistem operasi juga melakukan perantaraan file maupun data yang akan disimpan dalam sistem penyimpanan sekunder dengan memperhatikan beberapa aspek, diantaranya adalah efisiensi, optimalisasi dan sekuriti.
Selain lima hal diatas, sistem operasi juga menyediakan sistem keamanan untuk komputer. Hal ini dikarenakan tanpa adanya sistem keamanan maka komputer akan menjadi mudah digunakan oleh siapa saja, termasuk yang tidak berwenang untuk menggunakannya. Untuk itu maka sistem operasi menyediakan fitur keamanan seperti login user, firewall dan anti malware. Demikian adalah fungsi dari sistem operasi. Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya: Cara Kerja Sistem Operasi
Cara Membuat Koneksi antar Laptop

Cara Membuat Koneksi antar Laptop

Kalau anda mempunyai dua buah laptop atau lebih atau komputer desktop yang mempunyai wireless LAN card (wifi) dan antara masing – masing laptop/ komputer tersebut ingin terhubung,menghubungkan atau terkoneksi satu sama lain sehingga dapat sharing data, printer, internet, remote komputer dll. Cara sederhana dapat dilakukan dengan koneksi adhoc yaitu koneksi wireless LAN tanpa menggunakan akses point, terhubung langsung antara komputer ke komputer lainnya tanpa menggunakan kabel.


Setting koneksi adhoc untuk windows xp sp2 adalah sebagai berikut :
• Nyalakan wifi
• Masuk ke network connection (klik start -;Control Panel -; Network and internet connection -; Network Connection )
• Klik kanan pada wireless network connection, kemudian klik properties
• Pilih Tab Wireless Networks --; klik Advanced
• Pilih Computer-to-computer (ad hoc) networks only
• Klik Close, Tampilan akan kembali ke jendela Wireless Network Connnection Properties
• Pada Preferred networks , klik Add
• Beri nama Network name (SSID) sesuai dengan yang kita inginkan misalnya contoh disini saya beri nama mynet (pada komputer yang lain namanya harus sama (mynet)).-;klik OK
• Pada Wireless network key, agar lebih mudah dulu network Authentication diisi : Open , pada Data encryption diisi : Disable. ( kalau mau langsung pakai proteksi juga silakan, tapi sebaiknya seperti ini dulu, nanti kalau sudah berhasil koneksinya silakan utak-atik option ini )

Sehingga pada preferred networks akan tampil nama SSID yang sudah kita buat dengan nama mynet -; klik ok untuk keluar.

• Lakukan hal / langkah yang sama pada laptop/komputer yang lain yang akan dikoneksikan. ( ingat nama /network name (SSID) harus sama ( mynet)).
• Kalau kedua komputer sudah disetting seperti langkah di atas, langkah selanjutnya adalah tinggal mengkoneksikannya yaitu dengan masuk ke Network Connection, kemudian klik kanan pada Wireless Network Connection --> pilih View available wireless networks.
Disana akan tampil SSID dengan nama mynet, sorot dengan mouse kemudian klik tombol Connect. Tunggu beberapa saat sampai statusnya Connected.

•• Sebenarnya kalau komputer kesatu selalu nyala, pada komputer kedua dan ketiga dan seterusnya tidak perlu disetting apapun, cukup nyalakan wifinya, View available wireless networks, pilih dan kemudian Connect. (seperti kalau kita koneksi pada hotspot).

• Untuk Melihat berhasil tidaknya koneksi antar komputer, kita bisa melakukan perintah ping ke nama komputer lawan.
- untuk mengetahui nama komputer : klik kanan pada my computer --> properties --> pilih tab Computer Name-->full computer name ( = nama komputer)
- Buka Command prompt (start --> klik RUN--> ketik cmd--> klik OK )
- Ketik ping namakomputerlawan (ping spasi nama komputer lawan) tekan enter, kalau berhasil akan ada reply dari komputer lawan.
- Kalau tidak ada reply bukan berarti belum berhasil, karena mungkin fungsi untuk pingnya dari komputer tersebut disable.

• Cara lain :
Dengan melihat IP address yang didapat oleh masing - masing komputer. ( karena cara diatas kita tidak mengisi nomor IP secara manual, tetapi secara otomatis/DHCP, ( maksudnya otomatis disini supaya lebih mudah , di bagian bawah ada cara setting IP secara manual ).
Cara melihat IP address yang didapat yaitu masuk kembali ke Network Connection--> dobel klik pada wireless network connection yang sedang terkonek--> kemudian klik Support, (dilakukan di kedua komputer ), kemudian bandingkan hasilnya.

Masing - masing komputer harus mendapat nilai subnet mask yang sama : misal disini subnet masknya didapat 255.255.255.0 (kelas C), komputer-a dan komputer-b harus sama yaitu 255.255.255.0
Masing - masing komputer harus mendapat IP address yang satu network misal kalau komputer-a mendapat 192.168.0.X, maka komputer-b harus mendapat 192.168.0.X juga (hanya nilai Xnya saja yang berbeda antara komputer a dan b).
Klik Repair di salah satu komputer kalau tidak didapatkan nilai seperti ketentuan di atas, sampai mendapatkan IP address dan subnet mask yang sesuai.

Setting IP Secara Manual

•• Bisa saja pada beberapa kasus akan kesulitan mendapatkan IP sehingga koneksi tidak berhasil, maka kita harus set IP secara manual.
Caranya :
-masuk ke network Connections-->klik kanan pada wireless network --> klik properties.
-Dobel klik pada internet protocol (Tcp/ip) --> klik pada use the following ip address.
Pada komputer kesatu set ip address : 192.168.0.1 subnet mask: 255.255.255.0
Pada komputer kedua set ip address : 192.168.0.2 subnet mask: 255.255.255.0
Pada komputer ketiga set ip address : 192.168.0.3 subnet mask: 255.255.255.0
Dan seterusnya..
Apabila komputer kesatu mempunyai koneksi internet dan akan sharing ke yang lainnya, maka pada komputer kedua, ketiga dan seterusnya. Kolom Default Gateway dan Preferred DNS servernya harus diisi yaitu : 192.168.0.1 .

Untuk melakukan Sharing Data :

• Klik kanan pada drive atau folder yang akan disharing --> pilih Sharing and security
--> Contreng pada Share this folder on network, isi Share name.--> klik OK
• Untuk mengakses data dari komputer lawan bisa dilakukan dengan mengetik di RUN command \\namakomputer atau \\noIPaddress komputer lawan yang akan diakses.

Untuk Sharing Koneksi Internet

• Di komputer yang ada koneksi internetnya masuk ke Network Connection --> Klik kanan pada koneksi internet yang akan disharing --> klik properties
• Pilih Tab Advanced, Contreng Allow other network user to connect through this …,
• Klik tombol Setting, contreng services yang akan disharing, (yang mutlak untuk sharing internet adalah Web Server (HTTP), yang lainnya HTTPS, FTP, POP3, dll terserah anda sesuai kebutuhan, atau boleh juga pilih semua.-; kemudian klik OK.
Baca Selengkapnya: Cara Membuat Koneksi antar Laptop
Setting Bios

Setting Bios

BIOS sering diabaikan, selama system PC Anda berjalan dengan lancar. Meskipun sebenarnya banyak peningkatan performa yang bisa didapat dari sini. Dan semua peningkatan itu gratis!
BIOS (Basic Input and Output System), sebetulnya termasuk firmware, software yang tersimpan pada ROM (read only memory) pada motherboard. BIOS inilah yang memungkinkan PC melakukan proses inisisialisasi dan testing hardware yang terinstalasi pada motherboard, yang disebut dengan POST (Power on Self Test). BIOS juga mengatur low level I/O, seperti keyboard dan display. Operating system juga dibantu BIOS untuk mengatur semua komponen yang terinstal pada PC, yang disebut dengan BIOS Run-Time Services.
Sebetulnya, sebagian informasi yang akan diulas di sini juga tersedia pada buku manual motherboard. Tidak semua produsen menjelaskan fungsi BIOS ini dengan baik. Bagi yang udah baca buku manual dengan baik atau sudah memiliki kemampuan untuk setting BIOS bisa mengabaikan tulisan ini. Bagi yang belum silakan melanjutkan!

Kemampuan fungsi yang ditawarkan pun memiliki perbedaan (sedikit), terutama di bagian speed enhancement. Bagi Anda yang memiliki motherboard dengan kemampuan itu, kami ucapkan "Anda beruntung". Jika tidak, jangan kecewa, sebetulnya masih ada cara lain di luar BIOS. Tapi, kami tidak akan mengulasnya kali ini.
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kebanyakan pengguna komputer tidak perlu melakukan ini. Namun bagi Anda, para pengguna PC yang mengetahui bahwa terdapat banyak setting yang dapat meningkatkan kinerja ataupun menambah fungsi PC Anda tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan, tentu hal yang menarik. Satu-satunya yang harus dikobankan hanyalah sedikit waktu untuk mencoba setting-an baru BIOS Anda.
BIOS memang bervariasi. Hal ini disebabkan karena perbedaan manufacturer yang membuat ataupun perbedaan pada versi BIOS. Tidak semua motherboard memiliki BIOS dan memiliki display menu yang sama, ada sedikit perbedaan di sana-sini. Bahkan ada BIOS yang mendukung penggunaan dengan mouse pada lingkungan BIOS.
Di sini kami mengambil contoh BIOS dengan manufacturer Award. Karena Award BIOS ini populasinya lebih banyak ketimbang BIOS dari AMI ataupun Phoenix. Namun sebetulnya, banyak juga yang dapat diimplementasikan pada BIOS lain. Kami juga akan mencoba eqivalensi fungsi-fungsi serupa untuk BIOS lain.
Petunjuk Arah pada BIOS
Ini memang bukan petunjuk lengkap. Namun setidaknya, mencegah Anda kesasar dalam hutan belantara menu BIOS.
Semua ini akan kita mulai dengan menekan tombol [Del] sesaat PC memulai proses boot. Ini berlaku untuk kebanyakan BIOS. Sedangan sisanya, untuk masuk ke utility BIOS memerlukan penekanan tombol atupun kombinasi tombol yang berbeda. Ada yang dengan menekan tombol [F1], tombol [F10], atau kombinasi [Ctrl]+[Alt]+[Esc], dan lain sebagainya. Informasi seperti ini biasanya disediakan oleh produsen motherboard, baik pada buku manual maupun situsnya.
Sebelum memulai mengacak-acak BIOS, pastikan untuk mengetahui arah dan tujuan Anda. Lebih baik lagi jika Anda memiliki salinan setting awal yang dimiliki komputer Anda. Jika Anda sudah familiar dengan lingkungan pada menu BIOS, Anda memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja dan menambah fungsi yang dapat dilakukan PC Anda.
Istilah BIOS dan CMOS sering dicampuradukkan, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Di mana BIOS sebetulnya adalah software low level, sedangkan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah memory yang digunakan untuk semua setting BIOS. Untuk menyimpan data ini, CMOS membutuhkan baterai yang terdapat pada motherboard (biasanya CR2032).
Masuk ke BIOS, Anda akan merasa kembali ke zaman dulu. Jika Anda sempat merasakan PC era DOS (sebelum GUI window dikenal), Anda tidak akan terlalu kikuk dengan lingkungan shell yang tanpa window ini. Meskipun ada BIOS yang bisa beroperasi dengan menggunakan mouse, namun sebagian besar masih mengandalkan keyboard.
Setup Utility
Ketahui yang Anda mau. Di mana letak fungsi setting yang Anda inginkan?
Standard CMOS features
Basic setting, seperti jam dan tanggal, harddrive yang terinstal. Juga menampilkan jumlah RAM yang terinstal pada motherboard.
Advanced BIOS features
Seperti namanya, menawarkan konfigurasi fitur tambahan. Seperti mengaktifkan SMART, termasuk mengatur boot priority.
Integrated Peripherals
Control port yang tersedia pada motherboard, onboard/onchip device seperti integrated audio, video, dan LAN controller.
Power Management
Think green. Untuk menghemat listrik dengan memperlambat atau bahkan shut down sebuah komponen PC Anda, setelah selang waktu yang ditentukan. Selain hemat lisrik, secara tidak langsung bisa mengurangi tingkat kebisingan dan memperpanjang umur komponen.
PnP/PCI Configuration
Setting tambahan khusus untuk slot PCI pada motherboard juga untuk mengedit kemampuan plug-and-play.
PC Health status
Monitoring hardware, seperti fan speed dan CPU temperatur. Juga bisa diset supaya komputer menjerit, bahkan mati jika melewati suhu tertentu.
Load Fail-safe Defaults
Jika tweaking BIOS salah, pilih fungsi ini untuk kembali ke konfigurasi semula.
Load Optimised Defaults
Untuk mengembalikan sistem ke default.
Set password
Memberi password akan mengunci PC. Jika tersedia dua level sekuriti, user, dan supervisor, user hanya bisa sebatas menyalakan komputer. Sedangkan password supervisor dapat masuk ke BIOS.
Save and Exit BIOS
Untuk keluar, sambil menyimpan semua perubahan yang telah dilakukan.
Exit Without Saving
Untuk keluar, tanpa menyimpan perubahan apapun.
Improved Features
Amati BIOS untuk mencari fitur apa saja yang selam ini disembunyikan PC Anda.
Tweaking BIOS tidak hanya bertujuan semata-mata hanya untuk meningkatkan kecepatan. Meski siapapun pasti akan merasa senang (bahkan bangga) jika memiliki PC yang berjalan dengan cepat dan lancar juga stabil.
Power management dapat membuat PC Anda lebih hemat energi, dan secara tidak langsung ramah lingkungan juga menghemat MTBF komponen yang ada di dalamnya. Mengatur boot sequence memberikan kendali untuk mengurutkan urutan device yang akan di-boot jika membutuhkan boot dari CD ataupun floppy. Memfungsikan port SATA yang selama ini tersembunyi karena belum diaktifkan juga sesuatu yang patut disyukuri. Hal-hal seperti ini yang akan dilakukan pada pembahasan ini. Apa saja yang bisa dilakukan?
Parallel Port
Untuk mengatur parallel port, biasanya berada pada menu Integrated Peripheral. Terutama jika Anda masih menggunakan printer ataupun …………… Port ini sebaiknya diatur supaya berkomunikasi secara bi-directional.
Ada beberapa pilihan untuk parallel port. Pertama Normal/SPP (Standard Parallel Port). Meskipun sudah bi-directional, namun mode ini sangat lambat. ECP (Extended Capabilities Port) lebih cocok digunakan untuk perangkat yang mentransfer data dalam jumlah besar (seperti saat menggunakan laplink dengan LPT1). EPP (Enhanced Parallel Port) lebih cocok untuk berhubungan dengan perangkat yang sering berubah arah datanya. Beberapa BIOS mempunyai pilihan EPP+ECP yang bisa memberikan keduanya. Namun dengan mode ini, parallel port Anda akan membutuhkan 2 IRQ (Interrupt Request) sekaligus. Bagi Anda yang memiliki PC dengan banyak add-on card, tentu kurang menyukai hal ini.
Mungkin Anda menemukan pilihan ECP mode use DMA. Ini untuk mengendalikan channel DMA yang digunakan untuk parallel port (jika menggunakan mode ECP). Secara default, DMA yang digunakan adalah 3.
Serial Ports
Pada setting onboard serial port terdapat pilihan enable dan disable. Juga setting IRQ dan I/O range untuk COM1 dan COM2. Disable pilihan ini, berarti Anda mempunyai 2 IRQ yang free. Kecuali Anda masih memiliki perangkat yang masih berkomunikasi dengan serial port ini.
USB
Pilihan untuk USB controller biasanya dapat ditemukan juga pada bagian Integrated Peripherals ini. Di sini Anda bisa enable atau disable onboard USB controller. Kecuali Anda memiliki add-on card PCI USB controller (alternatif jika motherboard Anda belum mendukung USB2.0). Setting USB keyboard dan mouse pun juga tersedia di sini. Dengan mengaktifkan USB keyboard, Anda bisa menggunakan USB keyboard Anda pada lingkungan DOS ataupun BIOS sekalipun. Tentu saja setelah setting pada BIOS di-enable dan disimpan.
SMART
Konon, setting ini juga memberikan peningkatan kinerja. Namun yang pasti, SMART (Self Monitoring Analysis and Reporting Technology) ini pasti berguna. Apalagi jika Anda memiliki harddisk yang sudah cukup berumur. Dengan mengaktifkan fungsi ini, Anda akan mendapatkan peringatan dini jika terjadi "ketidakwajaran" pada harddisk Anda secara fisik. Setidaknya Anda memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan data pada harddisk, sebelum harddisk sudah benar-benar rusak.
Power Management
Di sini, tidak hanya berguna untuk menghemat penggunaan listrik oleh PC. Processor yang selalu bekerja dengan kecepatan penuh, bukanlah sesuatu yang menguntungkan, jika Anda sering meninggalkan PC Anda idle dalam waktu yang cukup lama.
Anda juga dapat menghemat MTBF beberapa komponen Anda. Seperti processor, harddisk, juga monitor. Jika Anda memiliki cooling device dengan temperature control, secara tidak langsung ini juga dapat menurunkan tingkat kebisingan yang dihasilkan PC Anda.
Ada beberapa tingkatan dalam fungsi power saving. Dozing menurunkan kecepatan processor (ditunjukkan dalam persentase). Standby mematikan harddrive dan output dari video card. Suspend mematikan semua device, kecuali processor. Ada juga pilihan HDD power down yang khusus mematikan harddisk saja.
Menyalakan PC tidak harus dari tombol power pada casing. Apalagi jika Anda memiliki keyboard dengan tambahan tombol power. Power On function kadang berada pada Integrated peripheral. Default biasa berada pada button only. Pindah ke pilihan Keyboard98, Anda bisa menghidupkan PC dengan menekan tombol [power].
Boot Sequence
Secara default, device yang menempati urutan pertama adalah floppy. Dengan memilih urutan pertama boot menjadi harddisk, waktu yang dibutuhkan untuk proses booting akan berkurang.
Namun pada saat-saat tertentu, pada saat operating system mengalami masalah atau instalasi operating system baru, membutuhkan proses booting dari CD. Beberapa BIOS pada Boot Sequence ini bahkan memungkinkan untuk melakukan booting dari perangkat USB, Firewire, LS120, atau Zip drive.
PC Health
Pada PC Health ini Anda dapat melakukan monitoring hardware Anda, khususnya yang terhubung langsung dengan motherboard. Seperti suhu processor dan suhu sistem dalam casing. Kecepatan fan juga terlihat di sini. Anda dapat mengecek apakah fan ada masih berjalan dengan normal tanpa perlu membuka casing. Namun untuk memeriksa HSF dalam keadaan bersih atau sudah penuh debu, cara membuka casing dan melihat langsung adalah satu-satunya jalan terbaik.
Anda juga dapat mengatur tindakan yang akan dilakukan PC Anda jika terjadi overheat. Apakah dengan sekadar memberikan peringatan berupa bunyi dari buzzer atau PC speaker. Anda tinggal mengaturnya di CPU warning temperature, atau bahkan sampai mematikan komputer jika suhu mencapai batas yang Anda tentukan. Anda perlu mengeset batas suhu yang Anda izinkan pada CPU shut down temperature. Beberapa BIOS juga memiliki fasilitas peringatan untuk fan yang terpasang. Jika batas minimum RPM tidak dipenuhi, akan ada peringatan baik pada POST code maupun peringatan dari buzzer/PC speaker.
Step-by-Step
Power Management
Dengan sedikit tweaking BIOS, dapat menekan rekening listrik dan memperpanjang umur beberapa komponen Anda.
1. Pilih Power Management untuk enable fungsi ini. Pilih lama waktu idle yang dibutuhkan untuk masuk ke power-saving mode.
2. Kebanyakan monitor sudah mendukung DPMS (Display Power Management Signalling). Pilih DPMS Support untuk menghemat energi dan memperpanjang umur monitor.
Boot Sequence
Butuh booting dari CD atau floppy? Aturlah Boot sequence Anda.

1. Masuk ke advanced feature untuk melihat boot sequence.
2. Pada first boot device, pilih device yang Anda inginkan untuk menjadi urutan pertama dalam boot sequence.
3. Lakukan hal yang sama pada second dan third boot device.

Speed Enhancement
Melakukan tweaking untuk meningkatkan kecepatan PC Anda via BIOS perlu kesabaran tersendiri. Lakukan di waktu luang!
Dengan melakukan tweak yang tepat pada BIOS, Anda akan mendapatkan peningkatan kecepatan. Dan ini tidak melulu dengan melakukan overclocking (OC) untuk komponen PC Anda. Karena biasanya, apalagi pemilik PC rakitan, perakit toko hanya membuat setting BIOS dengan tujuan asal PC dapat berjalan (syukur kalau stabil apalagi memang cepat). Yang perlu dilakukan hanyalah mengoptimalkan tiap-tiap komponen pada PC Anda melalui setting BIOS.
Kalaupun diperlukan OC, hanya sebatas memanfaatkan batas toleransi yang diberikan produsen pada produk-produknya. Hal ini akan tergantung pada produsen masing-masing komponen PC Anda. Juga solusi ini kadang membutuhkan cooling device tambahan, yang berarti biaya tambahan juga.
Penting untuk diingat, sebaiknya perubahan stetting BIOS ini dilakukan sedikit demi sedikit. Lebih baik lagi jika dilakukan satu per satu. Khususnya jika Anda seorang pemula untuk hal ini.
System Performance
Pada beberapa BIOS dapat ditemukan semacam shortcut untuk meningkatkan kecepatan sistem Anda. Biasanya berupa pilihan Normal, Fast, dan Turbo. Biasanya pilihan ini akan menyesuaikan frekuensi clock FSB (Front Side Bus) dan kadang memory DDR SDRAM juga. BIOS juga sering menyediakan pilihan Load Optimized Defaults. Memang pilihan-pilihan ini dapat meningkatkan kecepatan juga. Namun, itu belum lah optimal. Hanya dengan mengenal fungsi-fungsi pada BIOS dengan lebih baik, Anda akan mendapatkan performa PC yang lebih baik juga.
CPU Frequency
Untuk mengatur CPU speed, masuklah ke pilihan Advanced Chipset Feature. Sebagai informasi CPU speed didapat dari hasil kali antara CPU clock ratio dan FSB frequency. Kebanyakan CPU tidak dapat diubah CPU clock ratio-nya (kecuali bagi kebanyakan AMD Athlon XP). Jadi, pada bahasan ini akan mengambil fokus pada FSB frequency.
Pastikan FSB frequency sesuai dengan processor yang Anda miliki. Untuk processor AMD antara 66/100/133 dan 166/200, sedangkan untuk processor Intel.
Jika Anda bersikeras untuk melakukan OC, perlu diperhatikan bahwa ada dua hal yang perlu diubah, yaitu FSB Frequency dan Voltage control. Pada beberapa BIOS yang memiliki fasilitas OC, memberikan pengaturan FSB yang fleksibel. Dengan memungkinkan peningkatan FSB dengan satuan 1 MHz. Di sini perlu kesabaran. Naikkan FSB secara bertahan satu per satu MHz. Jangan tergoda untuk melompat jauh dari FSB normal (lebih dari 10%). Cek apakah CPU Anda mengalami peningkatan suhu yang berlebihan pada PC Health. Jika ya, kembalikan ke FSB sebelumnya.
Coba masuk ke OS Anda. Pastikan sistem Anda stabil. Untuk lebih cepat, Anda dapat mencoba dengan menjalankan CPU Burn-in yang akan memberikan beban penuh pada CPU secara kontinyu. Jika sistem tidak stabil ada dua hal yang bisa dilakukan. Anda bisa kembali ke FSB normal, atau Anda bisa meningkatkan voltage untuk CPU pada voltage control. Namun, hal ini akan meningkatkan suhu CPU Anda saat beroperasi nantinya. Pastikan Anda telah memiliki cooling device yang baik. Lihat tabel batas suhu processor!
Peringatan: Sebaiknya Anda didampingi oleh rekan Anda yang berpengalaman untuk ini.
Memory
Di sini kami mengambil contoh sistem yang terinstalasi dengan DDR SDRAM. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja RAM Anda. Pertama, pastikan jumlah keping RAM yang terinstalasi. Jika hanya satu keping atau lebih dari satu keping namun semuanya identik, cara yang paling mudah adalah dengan mengeset Memory Timings pada pilihan By SPD.
Jika RAM yang terpasang lebih dari satu keping dan tidak identik, pertama kenali kemampuan masing-masing keping RAM. Cara yang mudah dengan menggunakan software jenis sysinfo tool seperti AIDA32. Lihat pada Motherboard, SPD. Info lengkap RAM Anda akan terlihat di sini. Lalu tentukan keping RAM yang paling lambat, pada keterangan Memory Speed. Setting Memory Timings pada BIOS sebaiknya mengikuti keping RAM yang paling lambat. Jika tidak, bersiaplah mengalami ketidakstabilan pada PC Anda. Kecuali Anda orang yang cukup beruntung.
CAS Latency adalah kemampuan jumlah data yang dapat dibaca dari RAM yang dihitung tiap clock cycles. Nilai default adalah 3 untuk kebanyakan memori. Namun, ada juga yang memiliki nilai yang lebih baik (lebih kecil dari 3). Jika Anda memiliki sistem berbasis processor AMD, ada baiknya mencoba setting yang lebih agresif (lebih kecil).
AGP slot
Dibandingkan dengan dua tweaking sebelumnya (CPU frequency dan memory), tweaking ini memiliki risiko yang lebih kecil. Yang pertama dilakukan adalah memastikan mode AGP yang didukung, baik oleh motherboard maupun video card. Jika keduanya sudah mendukung mode AGP 8x, pastikan setting BIOS juga pada mode AGP 8x.
Kegunaan pilihan AGP aperture size sering membingungkan banyak orang. Ini berfungsi mengatur jumlah RAM (pada motherboard, bukan pada video card) yang dialokasikan untuk AGP (…) untuk keperluan kinerja video. Aturlah AGP aperture size sebesar ¼ sampai ½ dari jumlah total RAM yang terinstal pada PC Anda. AGP aperture size ini hanya dimanfaatkan jika dibutuhkan.
Beberapa BIOS juga memberikan setting untuk AGP Fast Write Transaction. Enable fungsi ini untuk mengizinkan chipset (northbridge) mengirimkan langsung data ke AGP, bypass tanpa perlu copy data ke memory system untuk kemudian baru diambil oleh AGP. AGP sideband addressing memungkinkan AGP meminta dan mengirim data pada saat bersamaan. Keduanya dapat meningkatkan kinerja graphic PC, namun kadang tidak stabil untuk video card tertentu.
Mempercepat Proses Boot
Cukup banyak cara untuk mempercepat proses booting. Yang paling signifikan adalah dengan enable fungsi Power On Self Test, yang biasanya terdapat pada bagian Advanced BIOS features. Seiring dengan perkembangan dan peningkatan kebutuhan, jumlah RAM yang terinstal pada PC Anda dapat mencapai satuan gigabyte. Bayangkan waktu yang dibutuhkan jika dilakukan RAM test setiap proses cold boot. Disable fungsi Boot Virus Detection juga dapat mengurangi waktu proses booting. Apalagi jika PC Anda dilengkapi software antivirus yang selalu di-update. Ini juga akan terasa membantu saat instalasi operating system baru yang biasanya melakukan proses penulisan pada MBR harddisk.
Step-by-Step
Pengaturan AGP
Dari BIOS juga dapat meningkatkan kinerja graphic PC.

1. AGP aperture size untuk mengatur jumlah RAM yang dialokasikan untuk AGP. Set antara ¼ sampai ½ dari jumlah RAM yang terinstal pada motherboard.
2. Pilih mode AGP sesuai spesifikasi slot AGP pada motherboard dan video card Anda.
3. Naikkan frekuensi AGP, dapat meningkatkan kinerja graphic PC Anda. Tambah sedikit demi sedikit (1-2 MHz).

Tweak CPU
Tidak ada salahnya untuk sedikit (ingat sedikit!) memacu processor Anda.

1. Tambahkan sedikit saja. Jangan tergoda untuk langsung melompat, katakanlah 5 MHz. Ini bisa membuat kebanyakan PC mengalami gagal boot. Satu-satunya cara tinggal clear CMOS.
2. Jika sistem tidak stabil (hang) namun Anda bersikeras melakukan OC, bisa mencoba dengan menaikan CPU core voltage. Peringatan: cara ini tidak disarankan, karena akan meningkatkan panas bahkan merusak processor.
3. Untuk amannya, berikan batas suhu maksimal CPU Anda. Bisa hanya peringatan dari buzzer/PC speaker ataupun autoshutdown bila suhu mencapai batas tersebut.

Baca Selengkapnya: Setting Bios
Mengatasi Komputer Hang

Mengatasi Komputer Hang

Cara Mengatasi Komputer Hang . bagaimana Cara Mengatasi Komputer Hang dengan mudah dan cepat, berikut berry blog akan kasih tips trik dan solusi untuk mengatasi komputer yang sering hang.

1. OS yang Rusak Langkah yang efektif untuk OS rusak atau bermasalah adalah reinstall OS tapi alangkah baiknya bila kita tahu pasti masalah pada OS kita selesaikan permaslah tersebut, entah itu masalah crash dengan software atau terinfeksi virus.

2. RAM yang bermasalah
permaslaahan ram sering kali ada pada kaki / soket tembaga yang kotor, bersihkan kaki tembaga dengan cara di gosok menggunakan penghapus pensil supaya kotoran yang menempel bisa hilang.

3. Hardisk yang tua atau cacat
untuk hardisk yang tua atau yang bermasalah sebaiknya partisi ulang atau Format FULL, tapi untuk hardisk cacat (baru) sebaiknya segera di tukarkan sebelum masa garansi habis.


4. Power Supply Drop
Kerusakan pada power supply banyak diakibatkan pada panasnya suhu pada power supply, untuk, untuk pencegahannya pada posisi penempatan PC yang mempengaruhi sirkulasi udara power supply dan juga debu yang menempel hendaknya kita bersihkan maksimal 2 bulan sekali

5. Motherboard Rusak
Untuk motherboard jika sudah banyak komponen yang terbakar lebih baiknya kita ganti motherboard tersebut karena bila kita ganti dengan part yang di jual di pasaran tidak akan bertahan lama dan juga berdampak buruk pada processor

6. Debu dan kotoran
permasalahan sepele ini sering kali kita lupakan, sebaiknya kita jadwal maksimal 2 bukan sekali untuk melakukan pembersihan debu dan kotoran di Komputer kita, agar performa komputer tidak terlalu menurun.
Semoga solusi ini bermanfaat untuk mengatasi 6 masalah komputer hang yang sering terjadi dan juga bagi yang belum pernah melakukan langkah ke 6 lebih baik anda lakukan sekarang, karena mencegah lebih baik dari mengobati.

demikian 6 cara mengatasi komputer yang hang dari berry blog, semoga bermanfaat untuk sobat semua .
Baca Selengkapnya: Mengatasi Komputer Hang
Hadware Komputer

Hadware Komputer

Pengertian dasar Sistem Informasi Komputer adalah merupakan integrasi dari 3 subsistem utama yaitu, brainware (manusia), software (program) dan hardware (perangkat keras komputer). Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas sedikit tentang jenis-jenis perangkat keras komputer dan fungsinya.

Pengertian Perangkat Keras Komputer/Hadware Computer

Pengertian dari perangkat keras komputer adalah: Seluruh komponen atau peralatan yang secara fisik dapat dilihat dan dipegang yang membentuk suatu sistem komputer serta peralatan fisik lainnya yang memungkinkan komputer dapat melaksanakan tugasnya, yaitu sebagai pengolah data.

Dari pengertian diatas, maka bagian-bagian yang termasuk perangkat keras komputer itu tidak hanya yang terdapat dalam kotak casing CPU saja, tetapi peralatan lain seperti printer, scanner, kamera digital dan speaker juga termasuk kedalam kategori perangkat keras komputer.

Pembagian Perangkat Keras Komputer

Dari sekian banyaknya perangkat keras komputer yang sering kita gunakan, pada dasarnya komponen-komponen hardware tersebut dapat kita golongkan kedalam 5 kategory, yaitu sebagai berikut:

1. Input Device
Yaitu suatu alat yang berfungsi sebagai pembaca data yang memungkinkan komunikasi dengan suatu alat pengolah data elektronik.



Input device mungkin merupakan perangkat keras komputer yang paling banyak jenisnya, diantaranya adalah: Keyboard, Mouse,Scanner, Touchpads, Trackballs, Pointing Sticks, Joysticks, Pen Input, Touch Screen, Light Pen, Digitizer, Microphone, Web Cam , Video Cards dan Audio Card.

2. Central Processing Unit (Processor)
Merupakan pusat pengolahan data serta pusat pengontrolan keseluruhan sistem komputer. Secara garis besar dalam CPU ini terdiri dari Control Unit, Aritmetic Logical Unit dan Register (memory utama).

Central Processing Unit - Processor

Dalam perkembangan teknologi sekarang terdapat istilah core yang terdapat dalam Processor. Core ini merupakan bagian (inti) dari Processor yang melakukan tugasnya untuk membaca dan menjalankan instruksi. Semakin banyak core, maka kinerja komputer akan semakin baik terutama dalam menangani proses yang bersamaan (multitasking).

Saat ini istilah CPU lebih dikenal dengan sebutan Processor saja, karena istilah CPU itu sendiri sering dimaksudkan untuk menunjuk kepada seluruh komponen hardware yang terdapat dalam casing CPU (meskipun salah kaprah namun istilah ini kayaknya sudah menjadi kebiasaan yang turun-temurun..).

3. Output Device
Yaitu peralatan yang dapat menampilkan atau mengeluarkan data yang telah diolah Processor kedalam bentuk lain, diantaranya adalah: Printer, Plotter, Monitor, Facsimile (FAX), Computer Output Microfilm (COM), LCD Projection Panels, Headphones, Audio Card dan Speaker.

perangkat output device komputer

4. Mass Storage atau Secondary Storage atau External Storage
Merupakan media peyimpanan data atau program yang diperlukan dalam suatu pengolahan data. Eksternal storage ini terpisah dari memory utama yang terdapat pada Central Processing Unit (Processor). Beberapa jenis alat penyimpanan data yang banyak dipakai diantaranya adalah: Floppy Disk atau Disket, USB Flashdisk, Memory Card, Hard Disk dan Tape (Pita Magnetik).

5. Perangkat tambahan
Dalam beberapa buku yang penulis baca, perangkat yang termasuk kategori ini merupakan peripherial device yang berfungsi sebagai komponen tambahan (optional) saja, misalnya TV Tuner Card dan Modem internal. Menurut saya sendiri yang termasuk perangkat keras komputer tambahan adalah semua komponen yang menunjang sistem komputer selain keempat komponen diatas, seperti misalnya, Motherboard, Casing CPU, Power Supply, Stabilizer, UPS, Heatsink dan sebagainya.




Baca Selengkapnya: Hadware Komputer
Storage (Media Penyimpanan)

Storage (Media Penyimpanan)

Storage merupakan media untuk menyimpan data, informasi dan instruksi. Ada berbagai macam storage device pada komputer, seperti hard disk, floopy disk, optical device SD card, flash memory dan lain sebagainya. Masing-masing media storage memiliki kelebihan dan kekurangan.
Seperti flash memory dan SD card, walaupun memiliki kelebihan mudah dibawa kemanapun, karena memang ukurannya yang relatif kecil dan karena penggunaannya cukup mudah yaitu plug and play, namun media storage tersebut terbatas kapasitasnya dan kecepatan baca tulisnya juga tidak terlalu cepat. Cara kerja penyimpanan pada media ini adalah menyimpan kode-kode biner ke dalam memori atau chip di dalam flash.
Sama seperti flash memory dan SD card, optical device juga hanya memiliki kapasitas penyimpanan yang terbatas, kelemahan lainnya yaitu optical device sangat sensitif terhadap goresan, sedikit saja goresan dapat merusak data. Cara kerja penyimpanannya adalah menuliskan data menggunakan laser ke piringan compact disc.
Untuk floopy disk sendiri saat ini sudah jarang sekali digunakan, karena selain kapasitas penyimpanannya yang sangat kecil yaitu hanya sebesar 1,44 MegaBytes (MB), kecepatan baca tulisnya sangat rendah, floopy disk juga rentan terhadap goresan, sehingga mudah rusak. Cara kerjanya data dipindahkan melalui head pada floopy ke piringan disket.
Seperti yang telah diketahui bahwa storage adalah tempat penyimpanan dari hasil-hasil instruksi yang sebelumnya dieksekusi oleh prosesor, yang sebelumnya lagi ada proses fetch yaitu pengambilan data dari RAM oleh prosesor, decode yaitu penerjemahan instruksi agar dapat dimengerti prosesor dan operand jika dibutuhkan.
Dari kesekian banyak media storage, hardisklah yang biasanya digunakan di tiap-tiap komputer personal (PC), baik komputer desktop maupun laptop. Hard disk dipilih untuk penyimpanan utama karena memang kecepatan baca tulisnya yang tinggi, tidak mudah rusak oleh guncangan maupun goresan karena dibalut casing dan alasan utamanya karena kapasitasnya yang relatif besar.

1. Pengertian hard disk.
Pada prinsipnya hard disk menyediakan kebutuhan penyimpanan data dari sebuah komputer. Hal itu dilakukan dengan cara menyimpan data tersebut dalam sebuah space magnetis di atas permukaan yang berputar berupa piringan (disk) yang berlapis magnet.
Ukuran yang digunakan untuk membedakan kelas hard disk adalah kapasitas, kecepatan akses, kecepatan baca tulis dan interface yang digunakan. Kapasitas hard disk dinyatakan dalam satuan byte. Rata-rata hard disk masa kini telah berkapasitas diatas 40 GB. Kecepatan hard disk dinyatakan dalam ukuran RPM (rotation per minutes). Rata-rata kecepatan hardisk masa kini adalah 7200 RPM. Sementara perbedaan interface hardisk dibedakan menjadi beberapa macam antara lain : SCSI, IDE atau PATA : Paralel ATA (Advanced Technology Attachment), dan SATA (serial ATA).
PATA (Paralel ATA) merupakan sistem pemasangan hardisk dimana satu atau dua IDE devices dapat dipasang dalam satu kabel dan terkoneksi kepada satu ports IDE secara paralel. Sementara SATA (Serial ATA) adalah revolusi baru cara pemasangan hardisk dengan hanya satu devices dalam satu port SATA. Terkesan lebih boros, namun kecepatan akses SATA jauh lebih tinggi dibandingkan dengan PATA, kesan pemasangan pun lebih rapi karena kabel yang digunakan untuk SATA jauh lebih kecil dari kabel IDE.

2. Komponen hard disk.
Teknologi penyimpanan data dalam space magnetis seperti pada hard disk sebenarnya sudah cukup lama digunakan. Sejak jaman penyimpanan lagu dalam piringan hitam serta kaset-kaset pada jaman dahulu teknologi seperti ini sudah dikenal. Perbedaannya pada hard disk dialami penyempurnaan dan peningkatan kemampuan simpan.
Piringan magnetis dalam hard disk digunakan untuk menyimpan data digital dengan memberi penandaan pada tiap bagian hard disk. Masing-masing bagian yang sudah maupun belum diisi data akan diberi penandaan dengan spot magnetis. Data disimpan dalam piringan magnetis setelah dirubah dengan angka biner yang diwakili oleh angka 0 dan 1.

Di dalam sebuah hard disk umumnya terdapat sebuah drive dengan piringan (disk) yang berputar. Sebuah hard disk berkapasitas tinggi umumnya memiliki beberapa disk berdiameter 3,5 inchi dan mampu menyimpan data pada kedua sisinya. Dalam ruangan yang sama terdapat motor yang memutar piringan dengan kecepatan antara 4500 hingga 15000 rotation per minutes (RPM).
Di dalam hard disk juga terdapat alat bernama head yang digunakan untuk membaca dan menulis data dari masing-masing permukaan disk. Penggerak dengan sebuah lengan mengendalikan head ini untuk tetap berada pada posisi tertentu pada permukaan disk. Bila ada lima disk dalam sebuah hard disk maka akan ada sepuluh head dengan sepuluh lengan berbeda.

3. Cara kerja hard disk
Hard disk akan merekam data dalam putaran konsentris yang biasa disebut dengan track. Dalam sebuah track ini masih ada pembagian lagi yang disebut dengan sektor. Masing-masing track dalam sebuah disk bisa diibaratkan sebuah buku tempat anda menyimpan tulisan yang tertata rapi dalam sebuah disk. Kalau sistem operasi membutuhkan file yang terletak dalam track dan sektor tertentu maka permintaan tersebut akan diteruskan lewat lengan pengendali head ke posisi track dan sektor tertentu dimana data disimpan.
Saat sistem operasi mengirim data ke hard disk untuk disimpan maka drive pada hard disk akan terlebih dahulu melakukan perhitungan data dengan rumus matematis yang kompleks untuk menambahkan hitungan bit pada sebuah data. Dengan konversi ini maka data bisa disimpan dengan lebih efisien. Selain itu ketika nanti data tersebut dibutuhkan kembali tambahan bit tersebut mampu mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan acak karena variasi dari ruangan magnetis yang lebar.

Selanjutnya head akan digerakkan menuju track tertentu di atas disk untuk melakukan baca dan tulis. Waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan head dari satu track ke track yang lain inilah yang disebut dengan seek time. Setelah berada pada track yang benar head akan menunggu sampai berada pada sektor tertentu untuk membaca dan menulis data. Untuk menulis data head akan menunggu sampai berada pada sektor yang belum terisi sementara saat membaca head akan menunggu sampai berada pada sektor dimana data disimpan.
Waktu yang dibutuhkan untuk menunggu berada pada sektor yg tepat ini sering disebut sebagai latency. Semakin kecil nilai seek time dan latency maka akan semakin tinggi kinerja sebuah hard disk. Saat head berada pada sektor yang tepat untuk menuliskan data maka sebuah pulsa elektronik akan disalurkan lewat head menuju piringan. Pulsa elektronik tersebut menghasilkan tempat tertentu diatas disk untuk menyimpan data.
Baca Selengkapnya: Storage (Media Penyimpanan)
Windows XP Sp3 Blue Extreme 2010

Windows XP Sp3 Blue Extreme 2010

Windows Ghost XP Pro Sp3 biru ekstrim Final/ENG/x 86 Win 2011 | 700 MB Microsoft Windows Ghost XP SP Pro BluExtreme 3 bordir panah 2010 v2.0 untuk semua MainBoard
- ini adalah sistem yang baik adalah Windows XP SP 3 dengan antarmuka yang bagus dan paket layanan penuh. Kompatibel dengan setiap PC atau laptop, didukung oleh mudah instalasi  penuh otomatis, bekerja rapi dan bagus.  semua bug Tetap, peningkatan perlindungan dan kinerja. Setelah instalasi, Anda dapat menempatkan banyak  program berguna otomatis Full, jika seseorang tidak menginstal bahasa , saya secara khusus melemparkan dalam Arsip paket lengkap dengan semua bahasa.
Menginstal Windows XP Pro SP3 BluExtreme 2010 cepat beberapa menit melalui Norton Ghost otomatis. -Sistem asli dengan komponen penuh... Tidak dihapus (bukan Lite).
-Sudah Full Version, menerima Update dari Microsoft, cepat dan stabil.
-Kompatibel dengan komputer. Desktop & Laptop.
-Perbaikan terbaru update pada September 2010, terpadu Internet Explorer 8, Windows Media Player 11, SATA Raid driver terbaru...
- Auto Driver versi 3 termasuk semua kebanyakan driver

Menginstal:
- Download dan ekstrak menggunakan WinRAR. -Membakar ISO ke CD - Restart komputer Anda. -Pastikan Anda sudah seleceted CD-ROM drive sebagai perangkat boot pertama.
-Menggunakan Norton Ghost untuk menginstal WIN.gho file ke partisi aktif. Aktivasi: Itu tidak diperlukan, karena Windows akan diaktifkan secara permanen.

File donload
HotFile

http://hotfile.com/dl/18711443/c78ef6d/SP3BLUE.part1.rar.html
http://hotfile.com/dl/18711503/560c4ce/SP3BLUE.part2.rar.html
http://hotfile.com/dl/18711530/bfbe17f/SP3BLUE.part3.rar.html
http://hotfile.com/dl/18711563/8af4355/SP3BLUE.part4.rar.html
http://hotfile.com/dl/18711604/36b3ebe/SP3BLUE.part5.rar.html
http://hotfile.com/dl/18711675/61ec45d/SP3BLUE.part6.rar.html
http://hotfile.com/dl/18711728/6be4583/SP3BLUE.part7.rar.html
http://hotfile.com/dl/18711733/7cdf982/SP3BLUE.part8.rar.html


Media Fire
http://rapidshare.com/files/312573022/SP3BLUE.part1.rar.html
http://rapidshare.com/files/312575755/SP3BLUE.part2.rar.html
http://rapidshare.com/files/312573330/SP3BLUE.part3.rar.html
http://rapidshare.com/files/312576306/SP3BLUE.part4.rar.html
http://rapidshare.com/files/312570673/SP3BLUE.part5.rar.html
http://rapidshare.com/files/312571134/SP3BLUE.part6.rar.html
http://rapidshare.com/files/312572681/SP3BLUE.part7.rar.html
http://rapidshare.com/files/312571141/SP3BLUE.part8.rar.html






Baca Selengkapnya: Windows XP Sp3 Blue Extreme 2010